8.3.15

C’est pour la patrie, Monsieur! – Untuk Ibu Pertiwi, Bung!

Program OJT DJPB sudah memasuki bulan kelima. Aku sudah melalui 16 minggu menjajaki rotasi training di 8 kantor. Mulai dari Kantor Wilayah, Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, Sektretariat DJPB, Direktorat Pengelolaan Kas Negara, kemudian ke KPPN Jakarta I, Jakarta III, Jakarta II, dan terakhir di KPPN Khusus Pinjaman dan Hibah. Tersisa dua kantor yakni KPPN Jakarta VII dan KPPN Jakarta IV.

Tentu banyak pengalaman yang kuperoleh. Ada yang senang ada juga yang buruk. Tujuan dari OJT ini adalah belajar bekerja, mengenal organisasi lebih baik, dan kurasa sejauh ini aku sudah cukup mendapat banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Kalau kuingat temanku yang sudah lulus pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran, OJT ini semacam koas. Loncat sana loncat situ, untuk mempelajari keterampilan dan pengetahuan baru. Bedanya yang satu jadi dokter, kalo aku ya jadi insan perbendaharaan!

Mulai minggu depan, tepatnya tanggal 12 Maret, program Prajabatan Kementerian Keuangan akan dimulai. Program ini diikuti oleh semua teman seangkatan STAN lulusan tahun 2013 dari berbagai instansi (Eselon I Kementerian Keuangan) seperti Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, BPPK, Bea Cukai, dan Pajak. Giliranku belum pasti, karena program ini dibagi menjadi beberapa gelombang. Namaku tidak ada pada pengumuman peserta Prajabatan periode 1 dan 2. Jadi, masih ada waktu untuk bersiap-siap. Misalnya mempersiapkan fisik (olahraga) dan menyelesaikan tugas karya tulis ilmiah OJT DJPB. Sementara menunggu giliran Prajabatan, aku harus menyelesaikan program OJT di dua KPPN yang kusebut diatas. Kira-kira selama 4 minggu. Setelah itu, dengan penuh rasa gembira, sekitar awal bulan April, aku akan menetap di satu kantor saja sampai penempatan definitif diumumkan pada Oktober 2015 nanti. Itu berarti aku tidak perlu loncat-loncat kantor lagi dan tidak perlu mengubah rute perjalanan tiap dua minggu. Rasanya akan jauh lebih menyenangkan. Tapi ini masih program OJT juga, OJT II.

Minggu lalu, Sektretariat mengirimkan formulir untuk polling penempatan kantor untuk OJT I kepada semua anak-anak baru. Dan ternyata untuk tahap dua nanti, OJT akan diselenggarakan tidak hanya di Jakarta, tapi juga di kota-kota  lain seperti Lampung, Bandung, Semarang, Bogor, Surabaya, Jogjakarta, dan Cirebon. Aku senang sekali. Tentu saja, aku pilih Bandung! Aku ingin bisa ke kantor lebih cepat. Kalau di Jakarta, aku harus menempuh perjalanan kira-kira satu setengah jam untuk sampai ke kantor. Begitu pula dengan pulangnya. Jadi kira-kira tiga jam tiap hari Senin – Jumat habis dijalan. Begitulah Ibukota. Selain dari itu, aku mau mencari pengalaman baru di Bandung. Kata temanku, pengumumannya hari Senin besok. Mudah-mudahan aku dapat KPPN di Bandung.

Rutinitasku tiap hari Senin – Jumat adalah bolak-balik Bintaro – Jakarta. Kadang diselingi dengan meminjam dan mengembalikan buku di perpustakaan IFI Thamrin sehabis pulang kantor. Sudah begitu saja dulu kabar dari Bintaro ini.

7.3.15

Loneliness

man is born alone

and, sure, alone he will die

 

and in between

he makes some acquaintances

and he takes chances

 

but he is not always conscious

that most of the time

he spends his time alone

 

Ekok Djaka in Rantau dan Renungan (2001).

 

19.2.15

Un jour chinois

Kelenteng Boen Tek Bio (8)

The Temple Boen Tek Bio, Pasar Lama, Tangerang (19/02)

¾