2.11.08

Saturday English Class

Di sekolah saya bergabung dengan Fiery, five english generation community. Pengembangan diri bidang bahasa inggris di sekolah saya. Selain mengikuti lomba-lomba debat bahasa inggris, speech, dan english games, kalau tidak ada aral melintang, setiap hari sabtu kami bekumpul bersama-sama dan biasanya kami yang sudah senior memberikan materi bahasa inggris dan arahan kepada anak kelas X yang jumlahnya lebih dari 100 orang.

Sebelumnya pada hari jumat, saya bertanya kepada presiden Fiery yang dijabat oleh Wanda, mengenaii weekly meeting (weeme) esok harinya. Wanda said that there will be no weeme coz she and nearly whole of the [pengurus fiery] will go to Kramnut meeting in school mosque. But i said, let me and my friends (class of XII) take control the meeting. So in Saturday, me and rijal and toon taught english in the class. There were just about 20-25 students of class X that came to the class meeting. Most of them, I dont have idea where they all go. The class began at 1.15 pm. Before we teach, Kak Azhar asked me to let him teach japanese. So about 15 minutes the class were taught by him. Ada hal yang lucu saat kak Azhar mengajarkan bahasa jepang, selain karena Kak Rijal yang menjadi alat praktik di depan kelas untuk mengucapkan ucapan salam sederhana dalam bahasa jepang sambil agak membungkuk, tetapi karena wanda. Wanda sempat lewat saat kak azhar mengajar, dan menanyakan apakah kak azhar sudah mau selesai apa tidak. Presiden fiery sangat disiplin. Haha

Anak-anak kelas X yang datang yang saya kenal, kenal muka dan masih asing. Yang saya kenal itu Uci,Tini, Deasy, Cahya, Thasa, Ibon, Mutia (Toon’s sister) dan yang baru saya ketahui namanya seperti Fahmi, Adit dan ramdani. Yang lain beberapa diantaranya saya kenal muka, yang lainnya tidak sama sekali.

Jadi yang membuka, materi hari itu saya (materinya berdasarkan kurikulum dan kesepakatan dari kelas XI) Yang saya bawakan adalah materi asking for and giving personal information. Seperti menanyakan nama, alamat, tanggal lahir dan sebagainya dengan kalimat sederhana seperti what is your name? What is your job? Mengajar kalimat-kalimat seperti itu membuat saya agak kebingungan karena seperti mengajar anak SD bahasa inggris. Tetapi materinya ternyata berbobot karena kami membahas 5W+1H. Dan makna penggunanan what, when, where,why, who dan how dijelaskan oleh kak rijal.

Setelah materinya habis, giliran Toon menjelaskan tentang Present perfect. Anak-anak kelas X sebagian terlihat kebingungan dengan penjelasan Toon, mungkin karena dia menjelaskan materi dengan bahasa inggris sepenuhnya (beda dengan saya dan K Rijal yang sering sekali diselingi bahasa indonesia). Bukan hanya anak kelas X yang belajar saat itu, tetapi saya juga, karena banyak hal baru tentang grammar yang saya dapatkan dari k rijal yang pernah tinggal di california selama setahun dan toon yang native speaker bahasa inggris dan belanda. Kadang-kadang Toon, terlihat kebingungan dan biasanya bertanya, what else? Kepada saya untuk meminta bantuan apa lagi yang mau diajarkan.

Setelah materi telah habis, kami memberikan PR (diambil dari buku Opportunities PreIntermediate) ke anak kelas X. Dan weekly meeting ditutup wanda. Saya senang mengajar, karena bisa berbagi ilmu dengan yang lebih muda dan mengetes kemampuan bahasa inggris sendiri. Selain itu juga belajar menjadi guru, siapa tahu nanti bisa part time jadi guru bahasa inggris di tempat les bahasa inggris! J
¾