8.12.08

I Want to Have A LOMO!!!

Saya mengenal lomo pertama kali sejak melihat posternya di Chambers beberapa bulan yang lalu. Posternya menampilkan foto-foto unik yang dihasilkan oleh kamera yang kemudian saya kenal sebagai kamera lomo. Fotonya unik, aneh,kesannya remang-remang, warnanya nabrak-nabrak, fotonya diambil asal-asalan, tapi hasilnya sangat unik!!! Sejak kejadian tersebut, saya merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama pada lomo (playing backsound: Ran-Pandangan Pertama). Lama ku memendam rasa di dada, mengagumi unikmu, oh Lomo! Tak dapat lagi kuucap kata. Bisuku diam terpesona!!! Andai suatu hari kau jadi milikku! Tak akan kulepas dirimu oh lomo! Kurasa ku tlah jatuh cinta pada pandangan pertama. Sulit bagiku untuk bisa berhenti mengagumi dirinya!!! Coba saya punya uang, pasti saya sudah membeli salah satu dari kamera Lomo.

Lomo sendiri terdiri dari banyak jenis. Ada Oktomat, yang memiliki 8 lensa, Ada supersampler yang bisa gambarnya jadi seperti film kecil, ada Holga yang hasil jepretannya vintage, unik dan warnanya tak ada duanya, LCA yang hasilnya profesional tapi harganya 3.2 juta! Buset dah... Trus ada juga Fisheye yang hasil fotonya jadi bulat seperti mata ikan! Trus ada POP9 (9 lensa), Horizon (merekam gambar 120 derajat pemandangan dan lensanya dapat berotasi), Forgeye, dan terakhir adalah Diana. Kamera yang saya ingin beli (seandainya ada uang atau pace mau belikan), I wanna have a Diana!!!!! Sekarang harga satu kamera diana adalah 640.000 rupiah. Harganya dulu masih 500ribuan, tapi naik karena krisis global. Kameranya kalo mo beli, bisa pesan di Heyfolks (Jakarta), Slackers (Yogya), House of Rotten Apple dan Ore Store (Surabaya). Kenapa jadi pa’balu ka??? Nyahahaha... Sekrang saya sedang menabung, tapi masih ngarep… pace mau belikan buat saya! Doakan teman-teman, biar saya bisa dapat lomo cepat-cepat. Okai!!!

Impo lengkap baca:
lomonesia.multiply.com
www.lomography.com
foto diambil dari lomonesia:
http://rapidshare.com/files/169823070/tips_memilih_kamera_lomo.rar
thanks Lomonesia!!!
¾